Rani gadis cantik berambut pirang dengan bulu mata yang lentik wajahnya memikat senyumnya membuat orang nyaman didekatnya.Yang biasa riang senang bersendu gurau,siang itu tampak murung.Rina teman dekatnya bertanya-tanya dalam hati "ada apa kiranya dengan Rani ?" Rina pun memberanikan diri untuk bertanya "Ran ran hari ini kau tidak seperti biasanya " Rani pun tetap diam dengan seribu bahasa.Rina pun masih terus bertanya-tanya ada apa dengan Rani yang sekarang ini lebih suka diam.Rina pun terus bertanya-tanya kepada sahabat-sahabatnya Rani.Sahabat-sahabatnya Rani pun tidak tahu masalah yang di alami Rani,karena Rani tidak pernah menceritakanya.
Keesokan harinya Rina dan Sahabat-sahabatnya Rani,Maya,Syifa dan Ida mengajak Rani bercanda-canda tetapi Rani cuman terdiam dan melamun.Maya pun bretanya "Ran kamu kenapa ?" kita perhatikan akhir-akhir ini kamu lebih suka menyendiri."Kamu lagi ada masalah ?" Rani menjawab " Tidak,aku tidak apa-apa,aku hanya ingin menyendiri saja.Tiba-tiba bel masuk berbunyi anak anak bergegas ke kelas masing-masing dan siap untuk belajar.Pada saat jam pelajaran dimulai,guru pun sedang menjelaskan materinya,disitu Rani masih tetap melamun dan akhirnya ditegur oleh gurunya"Rani kamu kenapa melamun?" Rani pun menjawab " Tidak bu,saya hanya ingin izin ke kamar mandi " Gurunya pun mengizinkan.Setelah dikamar mandi Rani pun bertanya sendiri sambil berkaca "Yatuhan ada apa denganku?" kenapa aku merasakan hal yang tidak biasa,badanku sering terasa sakit dan hidungku selalu mengeluarkan darah" Rani pun sambil menangis tetapi ia langsung membasuh mukanya dengan air dan langsung kembali ke kelas.Di saat menuju ke kelas Rani bertabrakan dengan seorang pria.Pria itu ternyata kakak kelas Rani.Pria itu membantu Rani untuk bangun.Pria itu mengajak Rani berkenalan "Hai,namaku Andi,kamu sedang apa di luar sendiri?"Rani pun menjawab "iya,namaku Rani.Tidak aku hanya habis dari toilet"Andi menjawab "Kelas kamu dimana?"ayo kita bareng"Rani menjawab"Yaudah iya"setelah Rani ke kelas Rani pun mengikuti pelajaran sampai selesai.
Bel pulang sekolah pun berbunyi.Sahabat Rani pun mengajak Rani pulang bareng.Setelah diperjalanan Rani tiba-tiba pingsan.Tidak disengaja Andi lewat dan mengantarkan Rani pulang ke rumah.Setelah sampai dirumah keluarganya Rani pun cemas dan langsung keluarganya Rani membawa Rani ke kamarnya.Ayahnya Rani berterima kasih kepada sahabatnya yang telah mengantarkan Rani pulang.
Esok hari Rani tidak masuk sekolah pergi ke rumah sakit bersama ayahnya untuk mengecek kondisi Rani.Setelah dicek Rani pun keluar dari ruanganya dan menunggu diluar.Dokter berbicara kepada ayahnya Rani "Rani putri bapak terkena penyakit yang dibilang langka bernama rabdosmiosarkoma atau dalam arti lain dikenal dengan nama kanker jaringan otak"Ayahnya berkata"Apakah ada cara menyembuhnya putri saya dok?" Dokter pun menjawab bisa dengan melewati kemoterapi.Ayahnya menjawab"lakukan yang terbaik anak saya dok"setelah keluar dari ruangan ayahnya memelk Rani"Rani pun bertanya"Rani sakit apa yah?"Ayahnya menjawab"kamu tidak apa-apa nak,kamu cuman kecapean biasa"Setelah perjalanan menuju rumah Ayahnya Rani pun melamun sambil mengendarai mobil dalam hatinya berkata" Ya tuhan kenapa putriku menderita penyakit separah ini,dia anak yang baik,umur dia masih terlalu kecil ya tuhan"Ayahnya yang melamun nyaris menabrak motor dan mengerem mendadak Rani pun bertanya"Yah ayah kenapa?"Tidak apa-apa nak"setelah tiba tiba dirumah Rani bergegas ke kamar dan segera tidur.
Esok harinya Rani pergi ke sekolah setelah tiba disekolah Rani merasa badanya makin lama makin sakit dan hidungnya mengeluarkan darah lebih banyak.Di situ Andi melihat Rani dan langsung mengelap darah yang keluar dari idung Rani dan bertanya"kamu kenapa?" Rani menjawab"Aku tidak apa-apa kak,aku hanya kecapean saja"Andi langsung kembali ke kelasnya.sahabat-sahabatnya Ranipun langsung mendekati Rani dan meledek Rani/muka Rani pun merah dan malu-malu.Setelah jam istirahat Andi mengajak ke suatu tempat dan mengungkapkan perasaan kepada Rani dan memberikan sebuah bunga.Ranipun tersipu malu.Dan Rani menerima bunga yang diberikan oleh Andi dan mereka pun jadian.Disitu Rani langsung mengeluarkan darah lagi dari hidungnya dan terjatuh pingsan.Andipun mengantarkan Rani ke UKS.di UKS Andi menunggu Rani sampai bangun.setelah bangun langsung diantar kerumahnya.setelah dirumah andi pun pulang dan rani berterima kasih.malam hari rani pun melamun dan termenung"Ya tuhan sebenernya aku sakit apa,kenapa semerana ini,badan Rani makin lama makin sakit.
Seminggu kemudian penyakit Rani makin parah.Kanker itu mulai menyerang mukanya rambut Rani pun makin lama makin mulai menipis.Dan ayahnya mengajak untuk berobat lagi dan sahabat-sahabatnya Ranipun ikut mengantarkan Rani untuk berobat,setelah sampai ditempat itu orang itu melihat wajahnya Rani dan berkata"Bahwa Rani mengidap penyakit kanker"kami pun terdiam dan kecewa,sahabat-sahabatnya menangis.ayah ranipun bersedih dan melanjutkan perjalanan menuju kerumah.setelah sampai dirumah ayah ranipun mengajak berbicara"maafkan ayah ya ran,papa sudah merahasiakan ini ke kamu.ayah hanya tidak ingin bersedih"Rani pun hanya terdiam.
Esok hari ayah Rani mengajak rani untuk kemoterapi sambil berkata"Ayah akan ngelakuin berbagai cara untuk kamu sembuh"Rani pun terdiam memeluk ayahnya.setelah sampi di rumah sakit ranipun mulai melakukan kemo.tetapi setelah melakukan kemoterapi rani masih keadaan tertidur dan ayahnya membawanya pulang,setelah rani terbangun disitu ada andi dan sahabatnya.sahabatnya pun memeluk rani dan andi tersenyum kepada rani.sahabatnya rani keluar dan andi berbicara kepada rani"Rani aku tau kamu kuat kamu pasti melewati ini semua,aku selalu disamping kamu"Rani tersenyum.
Satu bulan berlalu penyakit rani pun semakin parah.ranipun sudah tidak kuat lagi.dokterpun sudah menyerah.rani sudah merasa lelah disitu rani sudah banyak mengeluarkan darah dari mulut dan hidungnya.dan ayahnya langsung membawa kerumah sakit.disitu sahabat-sahabatnya rani,andi dan keluarga Rani.Rani pun memandang wajah mereka sambil tersenyum dan mengehmbuskan nafas terakhir.disitu mulai terdengar tangisan.